Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Pembuatan Antibiotik

Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Pembuatan Antibiotik – Bioteknologi merupakan sebuah proses yang melibatkan berbagai agen biologi untuk menghasilkan berbagai mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut digunakan untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Pembuatan Antibiotik

Pemanfaatan bioteknologi sendiri sudah banyak diterapkan pada bidang pangan, pertanian, peternakan, kesehatan dan kefarmasian. Salah satu pemanfaatan bioteknologi dalam bidang kesehatan dan kefarmasian adalah pembuatan antibiotik, antibiotik ini merupakan produk metabolisme yang dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu  yang bersifat menghambat pertumbuhan atau merusak mikroorganisme yang menyebabkan penyakit.

Pertama kali antibiotik ini diteliti oleh A.Gratia dan S. Dath (1924) dengan penelitiannya yang menghasilkan Actinomysetes. Namun hasil penelitian ini tidak dipakai untuk pengobatan pasien melainkan untuk memecah kultur bakteri dalam pembuatan vaksin. Sedangkan pada tahun 1924 , Alexander Flemming menemukan bahwa cawan agar yang dipindahkan dengan bakteri staphylococcus aureus telah tercemar sejenis fungi dimana sekelompok fungi tersebut dikelilingi oleh suatu zona bening.

Zona bening tersebut menunjukan bahwa pertumbuhan bakteri terhambat dan setelah diteliti ternyata fungi tersebut adalah spesies penisillium sehingga Flemming menamakan antibiotik tersebut “Penisillin” kemudian dari penemuan Alexander Flemming ini yang mendorong ditemukannya banyak antibiotik.

Tahap – Tahap Pembuatan Antibiotik

Untuk membuat antibiotik ini ada beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu :

  1. Mikroorganisme penghasil antibiotik harus diisolasi yang jumlahnya harus meningkat berkali – kali atau harus dikembangbiakan
  2. Mikroorganisme tersebut kemudian dipindahkan dalam bejana fermentasi yang menyerupai tangki
  3. Tangki tersebut berisi makanan dan nutrisi untuk mikroorganisme, selain itu kondisi lingkungan tersebut juga harus disesuaikan agar mikroorganisme dapat berkembang dengan baik dan cepat
  4. Hasil dari proses tersebut kemudian akan diuji menggunakan alat ukur yang bernama Spektrofotometer, alat tersebut dapat menguji kandungan antibiotik dalam suatu zat

Kemudian hasil cairan biakan itu antibiotik tersebut akan diekstraksi dan dimurnikan, selanjutnya antibiotik tersebut akan diuji dalam beberapa tahap yaitu :

  1. Zat diuji dalam suatu tabung reaksi apakah zat antibiotik itu bisa mematikan kuman atau tidak
  2. Lalu zat diujikan pada hewan percobaan, lalu dilihat efek sampingnya
  3. Jika ternyata aman, zat ini akan diujikan kepada beberapa orang dengan pengawasan ketat para ahli
  4. Jika pengujiannya berhasil, barulah diujikan pada pasien dan selanjutnya dipasarkan

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *