Proses Pembuatan Cat Tembok

Proses Pembuatan Cat Tembok – Cat tembok merupakan lapisan yang digunakan untuk mempercantik bangunan, selain itu cat tembok juga bermanfaat untuk melapisi bangunan dan melindunginya dari sinar matahari dan air hujan.

Proses Pembuatan Cat Tembok

Seiring perkembangan zaman, kini cat tembok memiliki berbagai varian dan jenis warna. Namun apakah Anda tahu bagaimana proses pembuatan cat tembok tersebut? berikut adalah proses pembuatan cat tembok :

Membuat pasta

Butir – butir halus pigmen cat disini akan dicampur dengan resin yang merupakan agen pembasahan yang membantu melembabkan pigmen tersebut, kemudian campuran ini kemudian akan diberi satu atau lebih pelarut dan zat aditif untuk membentuk pasta.

Pendispersi pigmen

Setelah itu campuran pasta dan cat tersebut akan dimasukkan ke dalam bagian mill sand yang merupakan silinder besar yang berfungsi untuk menjadikan partikel kecil dari pasir atau silika. Mill sand ini juga digunakan untuk menggiling partikel pigmen, sehingga membuat pigment berukuran lebih kecil dan menyebar ke seluruh campuran yang kemudian akan disaring untuk menghilangkan partikel pasir.

Kemudian campuran resin dan pigmen akan ditambahkan pelarut dan diproses dalam tangki dispersi kecepatan tinggi untuk diaduk secara melingkar dengan kecepatan agitasi tinggi oleh pisau bergigi yang melekat pada poros berputar. Dengan proses ini maka pigmen akan bercampur ke dalam pelarut.

Penipisan pasta

Hasil dari pengadukan tersebut kemudian dipindahkan ke ceret besar untuk diatur jumlah yang tepat dari pelarut untuk jenis cat yang diinginkan.

Pengalengan cat

Produk cat selesai kemudian dipompa ke ruang pengalengan dimana untuk standar 8 liter (3,78 liter) cat bisa tersedia untuk konsumen. Kemudian kaleng kosong yang pertama akan digulung secara horisontal ke label, lalu dibuat tegak sehingga cat dapat dipompa ke kaleng. Sebuah mesin akan mengisi kaleng tersebut dengan cat kemudian ditutup dengan kaleng oleh mesin lagi. Setelah itu mesin kedua akan menekan pada tutup untuk menutup kaleng tersebut dan sebuah kawat akan dimasukkan ke dalamnya dari gulungan. Proses tersebut dilanjutkan dengan proses pemotongan bailometer dan membentuk pegangan sebelum mengaitkan mereka ke lubang kaleng sebelum dipotong. Sejumlah kaleng tertentu (biasanya empat) kemudian dimasukan box dan ditumpuk sebelum dikirim ke gudang.

Kontrol kualitas

Kontrol kualitas atau tindakan pengendalian mutu ini membutuhkan array yang luas. Bahan dan proses pembuatan menjalani tes yang ketat, dan produk jadi diperiksa untuk memastikan bahwa itu adalah kualitas tinggi. Disini produk akan diuji densitasnya, kehalusan penggilingan, dispersi, viskositas dan tentunya presisi warnanya. Pengujian cat juga dilakukan dengan menerapkannya pada tembok atau kayu guna menguji ketahanan, kemampuan melekatnya, laju pengeringan dan tekstur.

Dalam pengujian warna, cat akan diuji menggunakan alat ukur colorimeter atau spektrofotometer untuk memastikan keakuratan warnanya. Tentu bila mengandalkan pengujian secara visual maka hasilnya akan kurang akurat dan tidak konsisten karena setiap orang mempunyai presepsi terhadap warna tersendiri.

Ketahanan warna cat disini akan diuji dengan memberikan cahaya berupa cahaya busur secara langsung kemudian membandingkan jumlah cahaya yang memudar ke permukaan dicat yang tidak di cat. Ketahanan cat juga akan diuji dengan menerapkannya pada permukaan hitam dan permukaan putih, kemudian rasio cakupan pada permukaan hitam untuk cakupan pada permukaan putih akan ditentukan. Dengan 0,98 menjadi cat berkualitas tinggi, kekilauan atau gloss ini diukur dengan menentukan jumlah cahaya yang dipantulkan dilepaskan permukaan dicat.

Kualitas suatu cat juga akan diuji dari segi ketahanan kerusakan dengan cara menggaruk mantel kering cat. Adhesi diuji dengan membuat crosshatch, dikalibrasi untuk 0,07 inci atau sekitar 2 milimeter pada permukaan cat kering dan sepotong pita diterapkan crosshatch. Kemudian pita tersebut akan dilepas dan bila cat masih dalam keadaan baik maka kualitasnya juga baik.

Scrubbability cat diuji dengan cara menggosok sikat sabun di atas permukaan cat menggunakan mesin khusus. Pengujian kemampuan mengendap cat juga akan dilakukan menggunakan sistem khusus. Apabila selama 6 bulan cat tidak mengendap maka cat tersebut dikategorikan baik, apabila cat tersebut mengendap maka cat tersebut tidak dalam kekuatan baik. Sedangkan pengujian pelapukan akan diuji dengan menerapkan cat kemudian akan disinari menggunakan sinar matahari, air, suhu ekstrim, kelembaban atau gas sulfat. Uji ketahanan api akan dilakukan dengan membakar cat dan bila bobotnya berkurang hingga 10% maka cat tersebut tidak dikategorikan tidak tahan api.

Demikian adalah beberapa proses pembuatan cat tembok dan pengujian yang dilakukan terhadapnya. Tentu beberapa proses tersebut belum menggambarkan proses pembuatan yang sesungguhnya, namun dari proses yang telah dijelaskan tadi dapat menjadi gambaran tentang bagaimana proses pembuatan cat tembok.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *